Showing posts with label Budayaku. Show all posts
Showing posts with label Budayaku. Show all posts

Thursday, October 13, 2016

Tips Menulis Bagi Pemula a la Penulis Recehan

Halo Oktober,

Tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan Oktober. Akhir tahun sudah di depan mata. November, Desember, dan tahun baru 2017 siap menyambut kita. Sudah beli tiket liburan? Sudah booking hotel? Mau liburan sendiri atau bersama keluarga? Pasti banyak yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. 
Lupakan sejenak tentang liburan karena banyak pekerja seperti saya yang belum punya budget lebih untuk bisa liburan hanya bisa berandai-andai tahun depan bisa merencanakan liburan akhir tahun. Masih lama banget sih tapi sekedar untuk menghibur diri, It's okay. It's better than do nothing. Hahaha. 
Ketika weekend saya sering bosen di kosan. Nah untuk mengisi waktu luang di akhir pekan saya lagi suka menulis. "Menulis sebenernya" artinya tidak hanya menuangkan kegalauan saya tapi menulis sesuatu yang berisi konten-konten yang berguna bagi orang lain. Belajar menulis lagi. Ternyata menulis itu tidak mudah tapi ya bukan hal sulit juga. Saya banyak berdiskusi dan meminta saran kepada orang-orang yang sudah sering menulis di berbagai bidang. 
Tentu banyak masukan dan dorongan untuk bisa menulis sesuatu yang dapat dinikmati banyak orang. Buka sekedar cerita menye-menye melainkan berisi informasi yang kaya. Tapi saya sadar, banyak godaan untuk bisa menulis sampe tuntas. And I think I do not push myself harder

Dari sekian orang yang saya jadikan mentor untuk bisa menulis artikel yang layak dibaca, salah seorang sahabat saya yang bekerja di media memberikan tips-tips menulis. Agak kocak sih jadi jangan dibawa serius. Dia bilang kalo nulis ga pake SOP secara doi nulis buat majalah yang hits banget di Jakarta. Dengan gaya bahasa infotainment kalo saya bilang. 

Berikut adalah tips-tips menulis untuk pemula yang suka menulis:
1. Jangan ngantuk kalo lagi nulis
Anda tipe orang yang ketemu bantal langsung molor alias pelor? So, kalo lagi bersemangat ingin menulis tapi males segera cuci muka trus nyalakan laptop dan cari inspirasi untuk menulis. Godaan ngantuk ini bisa menyerang kapan saja. Lawan rasa kantuk yang menyerang sekuat tenaga agar tulisan aja tidak hanya menjadi draft yang tak pernah tuntas di-publish

2. Pastikan kuota internet tersedia
Jika Anda ingin menulis maka Anda membutuhkan dua hal berikut ini pertama Anda butuh bakal mengarang dan bantuan dari Mbah gugel. Siapa pun memiliki bakat mengarang secara alamiah jadi jangan khawatir Anda akan stuck di satu paragraf. Namun seringkali otak kita dipenuhi ide-ide yang sulit kita jabarkan ke dalam bentuk tulisan. Maka inilah fungsi dari GOOGLE. Sinyal yang stabil dan kenceng akan memudahkan kita mencari inspirasi dari mesin pencari google. tetapi ingat, jangan copy paste saja tulisan orang. Hargailah tulisan orang lain dengan menyertakan sumber jika ingin mengutip. And be original dear

3. Sediakan secangkir kopi/teh
Anda membutuhkan konsentrasi tinggi untuk bisa bertahan dalam membuat draft tulisan. Kantuk bisa menyerang tak terduga. Anda membutuhkan amunisi untuk menjaga Anda tetap fokus. Sebelum memulai menulis siapkan secangkir kopi atau teh yang menyebarkan wangi yang menenangkan. 

4. Pastikan Anda jauh dari Gadget. 
Gadget adalah teman setia yang tidak dapat jauh dari jangkauan tangan kita. Ketika sedang menulis Anda harus berkomitmen sejenak untuk tidak tergoda mengecek media social. Sekali Anda mengecek instagram maka rusaklah sebelanga. Fokus Anda akan beralih ke foto dan video yang menggiurkan. So, keep focus ladies

Last but not least tips terakhir dari sahabat saya adalah jangan tanyakan tips menulis dari penulis recehan. Hahaha. Karena bagus tidaknya tulisan bukan dari banyaknya info yang Anda tulis tetapi dari uang yang perusahaan Anda dapat. Setuju dengan pendapat dia? Saya sih hanya bisa ngakak. maklum saja kita berdua adalah tipe pekerja yang bertujuan untuk bisa liburan.

Happy Weekend you all. Happy Writing. 

Thursday, September 24, 2015

Imaji Penderitaan

Jika kita pernah merasa bahagia maka sebaliknya penderitaan akan senantiasa ada di sisi kebahagiaan itu sendiri. Jika pengandaian tentang imaji kebahagiaan benar-benar ada maka imaji penderitaan pun menyertainya. Tak terpisahkan. Sulit untuk dipahami mengapa begitu adanya? Seperti oposisi biner tentang sesuatu yang berlawanan namun selalu ada keberadaannya. Imaji adalah sesuatu yang dibayangkan dan melekat pada pikiran. Sedangkan kebahagiaan dan penderitaan adalah oposisi biner. Takkan ada kebahagiaan tanpa adanya penderitaan. Keduanya melekat dalam setiap langkah hidup manusia. Sebenarnya keduanya tidak selalu dapat dirasakan kehadirannya. Imajiner. Tak terlihat, halus. Ya tak kasat mata oleh indra.

Thursday, June 2, 2011

Lestarikan Budaya Membaca dan Menulis

Bacalah buku Andrea Hirata. Ketika tak ada kegiatan yang kulakukan, aku akan mengambil buku Andrea Hirata dan tertawa sendirian. Apapun judul buku Andrea aku menyukainya. Ketika kau membacanya, Kau bisa menertawakan kebodohan diri sendiri, menertawakan dunia yang begitu memusingkan, menghargai seseorang, menemukan teori yang absurd, cinta yang tulus, dan bahkan hal-hal kecil yang kadang kita lupa.

Seorang teman berkata dengan membaca buku kau akan menemukan dunia di hadapanmu, membuka cakrawala. Begitu mengagumkan bukan?
Tidak penting genre dan judul buku yang kau baca. Yang penting kau memahaminya dan mengambil bagian yang menarik dari buku itu. Karena apapun bukunya pasti memberikan manfaat bagi kita.
Ayo lestarikan membaca.

Waktu aku mengikuti seminar buku, seorang profesor berkata menulislah walau hanya setengah jam. Tulislah apapun yang ada di otakmu. Tidak peduli tulisanmu jelek atau bahasamu amburadul. Karena menulis adalah proses belajar. Jangan takut menulis. Semakin banyak membaca semakin bagus tulisanmu. Buku adalah referensi terbaik.
Ayo lestarikan menulis.